TIM Gelar Pameran Lukisan “Sabang Merauke”
Dalam rangka memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional, sejumlah
seniman memamerkan karya dalam tema “Sabang Merauke”. Pameran ini
berlangsung mulai 22-30 Mei 2008 di Galeri Cipta II Taman Ismail
Marzuki, jalan Cikini Raya 73 Jakarta.
Seniman yang berpartisipasi antara lain : Jeihan Sukmantoro, Lian Sahar, Yusuf Affendi, Remmy Sylado, Sri Warso Wahono, Syahnagra Ismail, Sapardi Djoko Damono, Jakob Sumardjo,, Syah Ida, Tjandra Djohan, Jose Rizal, Azasi Adi, Dodo Abdullah, Eddy Hermanto, Abun, Winiarti, Patrick, dan Iconk.
Menurut Jeihan Sukmantoro, salah satu seniman yang berpartisipasi, mengatakan, pameran ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan kita bersama.
“Semua orang terikat oleh takdir baik itu budayawan, seniman maupun pelukis, sejatinya menggambarkan takdirnya sendiri dalam hidup dan karyanya. Takdir juga yang menghimpun kita bersama mengadakan pameran lukisan ini di TIM. Semoga takdir kita sebagai bangsa cinta tanah air dan punya jatidiri,” kata Jeihan di dalam pernyataan tertulisnya.
Tjok Hendro, salah seorang pengamat seni, melihat kegiatan pameran ini merupakan wujud dari kebangkitan rasa, yakni sebagai manifestasi dari bentuk ekspresi yang selama ini bertautan dengan deburan jiwa masing-masing. Terutama di dalam menanggapi dunia penciptaan pluralitas dan egois.
“Setiap seniman harus terus menyatakan semangat integritasnya ke dalam proses kreatif.” Kata Tjok Hendro.
Pameran bersama ini menyuguhkan sekitar 50 buah lukisan dari berbagai bentuk ukuran dan gaya. Dengan corak ragam jenis lukisan realis-naturalis, abstrak, ekspresionis, modern-kontemporer, impresionis, ornamen hias dan lain-lain.
Menurut rencana pameran ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada tanggal 22 Mei 2008, pukul 19.00 WIB di Galeri Cipta II TIM, Jakarta.
Seniman yang berpartisipasi antara lain : Jeihan Sukmantoro, Lian Sahar, Yusuf Affendi, Remmy Sylado, Sri Warso Wahono, Syahnagra Ismail, Sapardi Djoko Damono, Jakob Sumardjo,, Syah Ida, Tjandra Djohan, Jose Rizal, Azasi Adi, Dodo Abdullah, Eddy Hermanto, Abun, Winiarti, Patrick, dan Iconk.
Menurut Jeihan Sukmantoro, salah satu seniman yang berpartisipasi, mengatakan, pameran ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan kita bersama.
“Semua orang terikat oleh takdir baik itu budayawan, seniman maupun pelukis, sejatinya menggambarkan takdirnya sendiri dalam hidup dan karyanya. Takdir juga yang menghimpun kita bersama mengadakan pameran lukisan ini di TIM. Semoga takdir kita sebagai bangsa cinta tanah air dan punya jatidiri,” kata Jeihan di dalam pernyataan tertulisnya.
Tjok Hendro, salah seorang pengamat seni, melihat kegiatan pameran ini merupakan wujud dari kebangkitan rasa, yakni sebagai manifestasi dari bentuk ekspresi yang selama ini bertautan dengan deburan jiwa masing-masing. Terutama di dalam menanggapi dunia penciptaan pluralitas dan egois.
“Setiap seniman harus terus menyatakan semangat integritasnya ke dalam proses kreatif.” Kata Tjok Hendro.
Pameran bersama ini menyuguhkan sekitar 50 buah lukisan dari berbagai bentuk ukuran dan gaya. Dengan corak ragam jenis lukisan realis-naturalis, abstrak, ekspresionis, modern-kontemporer, impresionis, ornamen hias dan lain-lain.
Menurut rencana pameran ini akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, pada tanggal 22 Mei 2008, pukul 19.00 WIB di Galeri Cipta II TIM, Jakarta.
0 komentar:
Posting Komentar